Jika sakit adalah bahagia yang berubah warna,maka apakah bahagia
itu?
Terlalu
asing bagiku untuk hal yang tak pernah ingin aku tahu,terlalu sakit bagiku
untuk hal yang tak pernah aku sakiti,jika hati memang untuk disakiti,kenapa
harus ada bahagia yang berbuah tangis?jika tangis itu tawa yang berubah
warna,kenapa harus ada tawa yang entah terbuat dari apa,sungguh semuanya
membuat aku berbohong bahkan bohong pada diriku sendiri,jika hati tak sakit
sungguh mata tak pernah bisa menggambarkan itu. Aku hanya bisa diam ketika
ribuan kata menusuk tiap ruas pori yang
tak terlihat,bahkan luka dalam ribuan jiwa yang tak pernah hidup. Tuhan sungguh
tak adil padaku,,,L
Andai
langit tahu apa yang sangat aku inginkan,andai bumi bisa mendengar tiap jerit
tangis yang aku teriakan,sungguh semua membuat aku seperti boneka yang tak
bergerak,membuatku seperti patung bahkan batu yang tak berbentuk. Oh Tuhanku
begitu pilu rasanya semua ini untukku,aku bagai buih yang mungkin tak dapat
dilihat,simponi yang tak bernada,alunan irama yang terdengar sendu,separah
itukah aku?
Aku
terlalu mengenal sakit bahkan mungkin lebih mengenal dari pada aku mengenal
diriku sendiri,lihatlah saat aku berdiri diambang pintupun bahagia tak mampu
menyapaku bahkan melirikpun tidak. Sedangkan mereka nada – nada yang selalu
terdengar sendu ditelingaku seolah menunjukkan bahwa bahagia itu adalah
mereka,bahagia itu adalah alunan mereka,tapi kenapa begitu sendu
ditelingaku?kenapa begitu pilu saat aku dengar.sebenarnya apa bahagia itu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar