Rasakan Hadirku
Ku tumpahkan kembali kata demi kata
menjadi rangkaian indah sebuah kalimat.
Teringat sosok wajah yang tak asing
bagiku,senyumnya yang khas membuat hati bergetar.
Begitu tulus ku lihat,namun hati
menyimpan berjuta keraguan dibalik ketulusan yang aku lihat,tak pernah terpikir
semudah ini aku untuk jatuh cinta,tak pernah terpikir kau hadir disaat yang tak
terduga.
Tahukah kau?
Bahwa bulan terlihat sangat besar dan
indah saat ini,waktu berjalan begitu lambat ku rasa,dan getaran yang terjadi getaran
dihati,jantung berdegup tak menentu.
Oh Tuhan kenapa kau hadirkan cinta
dihatiku,kenapa kau tuangkan madu disaat empedu menyelimutiku,kenapa kau
hembuskan angin disaat panas merasuk sekujur tubuhku.
Takut ku rasa,takut akan kehilangan rasa
yang saat ini sedang memanjakanku,takut akan habisnya madu yang saat ini
menyingkirkan pahitnya empedu,takut hilangnya kesejukkan yang saat ini
mengambil panasku. Andai aku bisa meminta,aku ingin semua rasa ini selalu hadir
untukku,tapi aku sadar satu hal akan hukuman yang sewaktu – waktu akan
membunuhku,hukuman yang akan membuatku kehilangan segalanya,kehilangan kau dan
dia.
Egois mungkin itu yang pantas uuntukku
saat ini,aku sadar itu. Ke egoisan yang semakin menguasaiku,aku lelah
Tuhan,lelah dengan semua ini,jika harus hilang maka aku yang akan hilang,jika
harus sakit maka aku yang akan sakit,biar semua mengalir,mengalir seperti air
yang begitu deras,jika saatnya tiba maka aku akan hilang,bukan kau atau dia
yang akan memilikku tapi hati,keegoisan dan kematian serta Tuhan yang akan
memilikiku aku pasrah untuk itu.dan kau tetaplah berada disini,dihatiku hingga
aku lelah dan jenuh akan semua rasa yang aku tahan,cukup aku dan Tuhan yang
tahu akan hal itu. Tak perlu ku tunjukkan seberaba besar rasa sayangku
terhadapmu,yang jelas disini dihatiku tersimpan begitu banyak cinta untukmu
meski tak pernah ku tunjukkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar