Minggu, 17 Maret 2013

Diary Amanda


Diary Amanda
Bukan tentang kau atau mereka,bukan pula tentang kau dan dia tapi ini tentang hatiku,hati yang tak pernah bisa dilihat dan diraba. Tak pernah ada yang tahu siapa aku,bagaimana aku dan apa rasaku,selalu menyimpulkan sesuatu tanpa pernah tahu apa yang terjadi,hanya bisa melihat dan meraba hati mereka,merasa mereka yang palling tersakiti,tapi apa pernah mereka melihat dan meraba hatiku?pernah mereka sedikit menoleh padaku? Tak pernah berharap lebih akan hal itu,hidup seperti ini jauh lebih nyaman dari pada harus hidup penuh dengan kebohongan dan kemunafikan,dan sekarang inilah aku yang baru,dengan hati yang baru  serta kisah yang baru pula.
Mentari pagi menerobos kamarku melalui celah – celah kecil yang setia berada diatas dan tepian jendela kamarku,sejuk sekali namun mata enggan untuk terbuka masih ingin terlelap tidur bersama mimpi yang telah lama aku genggam. Tapi mentari seakan memaksaku untuk terbangun,menyapa pagi yang basah oleh embun yang selalu setia menebar kesejukan setiap pagi,membuat mawar – mawarku selalu tersenyum. Aku sangat menyukai saat mentari be4rsinar kearahku saat pagi,membuatku berpikir bahwa hari akan menyenangkan saat ini.
Aku selalu punya kisah untukku sendiri saat pagi dan menjelang tidur,ku rangkum dan rangkai dalam sebuah buku kecil yang ku sebut diary,buku kecil bersampul merah jambu dan cover yang bergambarkan tokoh kartun kesayanganku. Setiap waktu luang pasti ku pergunakan untuk memenuhi tiap halamannya dengan cerita – ceritaku,yang diawali pagi dan diakhiri ketika aku hendak tidur.
Pagi yang cerah mengawali hari pertama Amanda disekolah barunya,ini hari kedua dia sekolah disekolah barunya,dia adalah siswa pindahan dari bandung karna pekerjaan orang tuanya yang selalu berpindah – pindah membuat Amandapun ikut berpindah sekolah,tahun ini saja udah 3 kali pindah.
“ Amanda,,,,,,” teriak mamah yang sedari tadi sudah menunggunya,mamah hanyalah ibu rumah tangga biasa padahal beliau adalah lulusan university di london,tapi kata ayah selama dia masih mampu bekerja mamah tidak di ijinkan bekerja.
“ iya mah,bentar lagi,,” amandapun langsung melangkahkan kakinya menuju meja makan untuk sarapan bersama. Setibanya di meja makan seperti biasa dia langsung menyapa dan mencium pipi kanan kiri mamah dan ayahnya,kemudian duduk untuk memulai sarapannya yang sudah telat 5 menit itu,dia adalah anak tunggal tapi dia tak pernah kesepian karna ada mamahnya yang juga jadi sahabatnya.
“ bagaimana sekolahmu,,?” tanya ayah,ya begitulah ayah dia selalu mengontrol sekolah manda meski sibuk dengan pekerjaannya,meski sering berpindah sekolah tapi prestasi disekolahnya tidak membuatnya kendor.
“seperti biasa yah,istimewa,,,” jawab manda sambil tertawa,sarapan sudah usai saatnya manda berangkat sekolah ya diantar ayahnya tentunya. Amanda adalah anak satu – satunya tidak punya kakak ataupun adik,maka dari itu mama dan ayahnya ingin yang terbaik untuk putri semata wayang mereka. Disekolah meskipun sebagai siswi baru tapi tak membuat amanda sullit mendapatkan teman karna dia anak yang sangat ceria dan mudah bergaul,maka dari itu teman – temannya sangat senang berteman dengannya ya meski ada juga yang tidak suka.
Pagi ini indah seperti biasa,dan seperti biasa pula disekolah jika waktu istirahat aku menyempatkan untuk bermain kata dibuku kecilku. “pagi ini aku tidak bisa mellihat sosoknya,entah kenapa sejak pertama melihatnya membuat kangguru dihatiku meloncat – loncat kencang,hmmm mungkin aku jatuh cinta tanpa sadar. Tapi aku tak bisa meneruskan perasaan ini diary kau tahu itukan? Aku tak ingin menyesal nantinya,bukannya tak ingin disayang oleh orang yang sangat kita sayang hanya saja keadaan yang tak menginjinkan untuk itu.” Itulah isi diary amanda siang ini. Sekolah telah usai,seperti biasa pula mama tercinta sudah menjemputnya di gerbang sekolah,entah kenapa orang tuanya sangat memperhatikan amanda,terkadang dia ingin seperti yanng lain sepulang sekolah bisa bermain atau sekedar nongkrong di mall,hmm sudah bisa kelua rumah saja sudah sukur pikirnya,jadi dia hanya bisa mengikuti perintah orang tuanya. Suatu hari saat sekolah usai untuk pertama kalinya amanda berbohong pada mamanya,dia mengaku ada jam tambahan disekolah dan pulang sore padahal dia ingin sesekali keluar bersama teman – temannya,terlalu asik main amanda lupa akan tanggung jawabnya bahkan lupa kalau waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,tubuh manda sudah terlalu lelah untuk hari ini,pandangannya mulai kabur,keseimbangan tubuhnya mulai tidak stabil,teman – teman yang melihatnya kebingungan harus berbuat apa dan seketika amanda jatuh terkapar kelantai mall dengan kondisi yang sangat pucat.
“manda,,,lu kenapa?” teriak salah satu temannya,karna bingung harus berbuat apa mereka memutuskan membawa amanda kerumah sakit terdekat,setibanya disana amanda langsung dirawat oleh dokter disana tidak lupa merekapun menghubungi orang tua amanda. Mama amanda shock mendengar kabar ini tapi sejak awal dia sudah menduga akan terjadi,sekarang amanda terbujur lemah ditempat tidur rumah sakit entah apa yang sudah dia lakukan sampai seperti ini,mama amanda menceritakan tentang kondisi amanda yang memang sedang sakit.
“ Tuhan,,,jika waktunya sudah tiba aku rela jika Kau mau mengambilku kembali,aku lelah terus – terusan hidup seperti ini,melihat mama yang terus – terusan menghawatirkanku setiap waktu bahkan tak peduli dengan kesehatannya,aku tak bisa melihat orang – orang disekelilingku terus – terusan bersedih,aku tahu rasa sakit ini tak akan sembuh,semua alat ini hanya menyakitiku,jarum kecil,selang udara,aku sudah seperti orang cacat Tuhan. Jika Kau mengambilku aku mohon jaga kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah menjagaku hinggan aku bisa bertahan sampai sekarang.”
Sejak kejadian itu amanda tidak di ijinkan untuk sekolah lagi,bukan berarti dia berhenti belajar hanya saja dia melakukan home schooling,semua itu dilakukan untuk kesehatan dan kesembuhan manda,tapi bosan melanda amanda setiap saat karna sekarang dia sulit untuk menggerakkan kedua kakinya,entah nanti apa lagi yang akan terjadi.
 “ disini aku meratap,disudut kamar yang mulai terlihat usang dan mungkin lama – lama akan rapuh seperti aku yang saat ini tinggal menunggu ajal menjemputku,tangispun sudah tak berguna bagiku tak membuat akku hidup lebih lama,rasa sakit ini sudah mendarah daging ditubuhku,tak bisa kku tolak atau ku buang jauh dari hidupku. Bahkan semakin hari tubuhku terasa mulai memburuk,sedikit – sedikit tangankupun tak dapat aku rasakan,tapi aku harus tetap terlihat kuat aku tak ingin melihat mama dan ayah semakin sakit melihatku yang seperti ini.,hidup tapi aku merasa mati,mati rasa bahkan jiwa yang jauh lama telah mati,tinggal menunggu hilang untuk jiwaku yang mulai punah.”
Langit malam ini terlihat terang,penghiasnyapun ikut menari diatas sana. Aku harap langit dapat memberikan sedikit sinarnya untuk hidupku yang mulai kehilangan arah.
“kata – kata yang sangat menyayat,,” tutur belinda yang tengah asik membaca sebuah buku diary. Belinda adalah sepupu amanda yang baru saja datang dari amrik,ya memang dia dan keluarganya tinggal di sana,dia disini hanya untuk ikut berkabung atas meninggalnya Amanda seminggu yang lalu.
“apakah diary kak manda boleh aku bawa tante,,?” tutur belinda.
“tentu saja,bawalah,,”
Seminggu sudah amanda pergi yang tentu saja menyiratkan begitu banyak duku kepada orang – orang yang sangat menyayanginya.
SELESAI

By     : Deas Alexandra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar