Diary Amanda
Bukan tentang kau atau mereka,bukan pula tentang kau dan dia tapi
ini tentang hatiku,hati yang tak pernah bisa dilihat dan diraba. Tak pernah ada
yang tahu siapa aku,bagaimana aku dan apa rasaku,selalu menyimpulkan sesuatu
tanpa pernah tahu apa yang terjadi,hanya bisa melihat dan meraba hati
mereka,merasa mereka yang palling tersakiti,tapi apa pernah mereka melihat dan
meraba hatiku?pernah mereka sedikit menoleh padaku? Tak pernah berharap lebih
akan hal itu,hidup seperti ini jauh lebih nyaman dari pada harus hidup penuh
dengan kebohongan dan kemunafikan,dan sekarang inilah aku yang baru,dengan hati
yang baru serta kisah yang baru pula.
Mentari pagi menerobos kamarku melalui celah – celah kecil yang
setia berada diatas dan tepian jendela kamarku,sejuk sekali namun mata enggan
untuk terbuka masih ingin terlelap tidur bersama mimpi yang telah lama aku
genggam. Tapi mentari seakan memaksaku untuk terbangun,menyapa pagi yang basah
oleh embun yang selalu setia menebar kesejukan setiap pagi,membuat mawar –
mawarku selalu tersenyum. Aku sangat menyukai saat mentari be4rsinar kearahku
saat pagi,membuatku berpikir bahwa hari akan menyenangkan saat ini.
Aku selalu punya kisah untukku sendiri saat pagi dan menjelang
tidur,ku rangkum dan rangkai dalam sebuah buku kecil yang ku sebut diary,buku
kecil bersampul merah jambu dan cover yang bergambarkan tokoh kartun
kesayanganku. Setiap waktu luang pasti ku pergunakan untuk memenuhi tiap
halamannya dengan cerita – ceritaku,yang diawali pagi dan diakhiri ketika aku
hendak tidur.
Pagi yang cerah mengawali hari pertama Amanda disekolah barunya,ini
hari kedua dia sekolah disekolah barunya,dia adalah siswa pindahan dari bandung
karna pekerjaan orang tuanya yang selalu berpindah – pindah membuat Amandapun
ikut berpindah sekolah,tahun ini saja udah 3 kali pindah.
“ Amanda,,,,,,” teriak mamah yang sedari tadi sudah
menunggunya,mamah hanyalah ibu rumah tangga biasa padahal beliau adalah lulusan
university di london,tapi kata ayah selama dia masih mampu bekerja mamah tidak
di ijinkan bekerja.
“ iya mah,bentar lagi,,” amandapun langsung melangkahkan kakinya
menuju meja makan untuk sarapan bersama. Setibanya di meja makan seperti biasa
dia langsung menyapa dan mencium pipi kanan kiri mamah dan ayahnya,kemudian
duduk untuk memulai sarapannya yang sudah telat 5 menit itu,dia adalah anak
tunggal tapi dia tak pernah kesepian karna ada mamahnya yang juga jadi
sahabatnya.
“ bagaimana sekolahmu,,?” tanya ayah,ya begitulah ayah dia selalu
mengontrol sekolah manda meski sibuk dengan pekerjaannya,meski sering berpindah
sekolah tapi prestasi disekolahnya tidak membuatnya kendor.
“seperti biasa yah,istimewa,,,” jawab manda sambil tertawa,sarapan
sudah usai saatnya manda berangkat sekolah ya diantar ayahnya tentunya. Amanda
adalah anak satu – satunya tidak punya kakak ataupun adik,maka dari itu mama
dan ayahnya ingin yang terbaik untuk putri semata wayang mereka. Disekolah
meskipun sebagai siswi baru tapi tak membuat amanda sullit mendapatkan teman
karna dia anak yang sangat ceria dan mudah bergaul,maka dari itu teman –
temannya sangat senang berteman dengannya ya meski ada juga yang tidak suka.
Pagi ini indah seperti biasa,dan seperti biasa pula disekolah jika
waktu istirahat aku menyempatkan untuk bermain kata dibuku kecilku. “pagi ini
aku tidak bisa mellihat sosoknya,entah kenapa sejak pertama melihatnya membuat
kangguru dihatiku meloncat – loncat kencang,hmmm mungkin aku jatuh cinta tanpa
sadar. Tapi aku tak bisa meneruskan perasaan ini diary kau tahu itukan? Aku tak
ingin menyesal nantinya,bukannya tak ingin disayang oleh orang yang sangat kita
sayang hanya saja keadaan yang tak menginjinkan untuk itu.” Itulah isi diary
amanda siang ini. Sekolah telah usai,seperti biasa pula mama tercinta sudah
menjemputnya di gerbang sekolah,entah kenapa orang tuanya sangat memperhatikan
amanda,terkadang dia ingin seperti yanng lain sepulang sekolah bisa bermain
atau sekedar nongkrong di mall,hmm sudah bisa kelua rumah saja sudah sukur
pikirnya,jadi dia hanya bisa mengikuti perintah orang tuanya. Suatu hari saat
sekolah usai untuk pertama kalinya amanda berbohong pada mamanya,dia mengaku
ada jam tambahan disekolah dan pulang sore padahal dia ingin sesekali keluar
bersama teman – temannya,terlalu asik main amanda lupa akan tanggung jawabnya
bahkan lupa kalau waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,tubuh manda sudah terlalu
lelah untuk hari ini,pandangannya mulai kabur,keseimbangan tubuhnya mulai tidak
stabil,teman – teman yang melihatnya kebingungan harus berbuat apa dan seketika
amanda jatuh terkapar kelantai mall dengan kondisi yang sangat pucat.
“manda,,,lu kenapa?” teriak salah satu temannya,karna bingung harus
berbuat apa mereka memutuskan membawa amanda kerumah sakit terdekat,setibanya
disana amanda langsung dirawat oleh dokter disana tidak lupa merekapun menghubungi
orang tua amanda. Mama amanda shock mendengar kabar ini tapi sejak awal dia
sudah menduga akan terjadi,sekarang amanda terbujur lemah ditempat tidur rumah
sakit entah apa yang sudah dia lakukan sampai seperti ini,mama amanda
menceritakan tentang kondisi amanda yang memang sedang sakit.
“ Tuhan,,,jika waktunya sudah tiba aku rela jika Kau mau mengambilku
kembali,aku lelah terus – terusan hidup seperti ini,melihat mama yang terus –
terusan menghawatirkanku setiap waktu bahkan tak peduli dengan kesehatannya,aku
tak bisa melihat orang – orang disekelilingku terus – terusan bersedih,aku tahu
rasa sakit ini tak akan sembuh,semua alat ini hanya menyakitiku,jarum
kecil,selang udara,aku sudah seperti orang cacat Tuhan. Jika Kau mengambilku
aku mohon jaga kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah menjagaku hinggan aku
bisa bertahan sampai sekarang.”
Sejak kejadian itu amanda tidak di ijinkan untuk sekolah lagi,bukan
berarti dia berhenti belajar hanya saja dia melakukan home schooling,semua itu
dilakukan untuk kesehatan dan kesembuhan manda,tapi bosan melanda amanda setiap
saat karna sekarang dia sulit untuk menggerakkan kedua kakinya,entah nanti apa
lagi yang akan terjadi.
“ disini aku meratap,disudut
kamar yang mulai terlihat usang dan mungkin lama – lama akan rapuh seperti aku
yang saat ini tinggal menunggu ajal menjemputku,tangispun sudah tak berguna
bagiku tak membuat akku hidup lebih lama,rasa sakit ini sudah mendarah daging
ditubuhku,tak bisa kku tolak atau ku buang jauh dari hidupku. Bahkan semakin
hari tubuhku terasa mulai memburuk,sedikit – sedikit tangankupun tak dapat aku
rasakan,tapi aku harus tetap terlihat kuat aku tak ingin melihat mama dan ayah
semakin sakit melihatku yang seperti ini.,hidup tapi aku merasa mati,mati rasa
bahkan jiwa yang jauh lama telah mati,tinggal menunggu hilang untuk jiwaku yang
mulai punah.”
Langit malam ini terlihat terang,penghiasnyapun ikut menari diatas
sana. Aku harap langit dapat memberikan sedikit sinarnya untuk hidupku yang
mulai kehilangan arah.
“kata – kata yang sangat menyayat,,” tutur belinda yang tengah asik
membaca sebuah buku diary. Belinda adalah sepupu amanda yang baru saja datang
dari amrik,ya memang dia dan keluarganya tinggal di sana,dia disini hanya untuk
ikut berkabung atas meninggalnya Amanda seminggu yang lalu.
“apakah diary kak manda boleh aku bawa tante,,?” tutur belinda.
“tentu saja,bawalah,,”
Seminggu sudah amanda pergi yang tentu saja menyiratkan begitu
banyak duku kepada orang – orang yang sangat menyayanginya.
SELESAI
By :
Deas Alexandra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar