Senin, 18 Maret 2013

Antara Cinta dan Persahabatn

ANTARA CINTA DAN PERSAHABATAN

Masa – masa SMA memang selalu mengukir kisah – kisah yang beragam,dari mulai sedih,senang dan saat dimana seseorang mengenal cinta dan persahabatan.
“hey,,!!” sapa seorang gadis manis yang sering di panggil Vhini itu.
“hey,kemana aja lu baru nongol?” kata seorang anak yang dia sapa tadi yang bernama bayu,mereka adalah dua anak yang sudah bersahabat sejak mereka duduk di bangku SD,waaw cukup lama bukan. Bahkan terkadang teman sekolah mereka mengira kalau mereka adalah pasangan kekasih yang abadi,ya karna dimana ada bayu disana pasti ada Vhini.
“gue di perpustakaan,kenapa?lu kangen sama gue?” katanya dengan nada santai.
“haahh perpustakaan?gak salah denger gue?”
“lho memangnya kenapa?sirik aja sih lu.udah akh gue mau kekelas dulu,daahh mickey.” Tanpa menunggu perkataan bayu vhini meninggalkan bayu yang masih bengong di bangku taman sekolah,’perpustakaan’ kata itu masih melayang dipikiran bayu,’tumben tuh anak ke perpustakaan’ pikirnya,mickey adalah panggilan vhini kepada bayu sejak dulu,entah kenapa vhini memanggilnya mickey dan bayupun memanggil vhini dengan sebutan minie ya karna memang tubuhnya yang mungil namun cantik ditambah dengan lesung pipi yang selalu dia tunjukan saat senyum terbentuk dibibirnya. Banyak siswa yang sangat menyukainya namun kadang mereka gak berani untuk mendekatinya dengan alasan dia pacarnya bayu.
Akhir – akhir ini vhinie memang sering sekali pergi keperpustakaan entah apa yang dia kerjakan disana,padahal jelas setiap orang yang pergi disana yaitu tujuannya untuk membaca tapi beda halnya dengan vhini karna selain itu diapun sangat anti sama yang namanya belajar apa lagi menginjakkan kakinya diperpustakaan yang sering dikenal tempat orang – orang belajar,namun seminggu ini vhini tampak rajin pergi ketempat itu setiap bel istirahat berbunyi dia pasti sudah melesat kesana bahkan tanpa menghiraukan panggilan bayu,karna penasaran dengan sikap sahabatnya itu bayupun mengikutinya untuk pergi keperpustakaan.sesampainya disana bayu melihat vhini sedang serius membahas sesuatu dengan seorang siswa karna terlihat disana mereka sedang membuka – buka halaman buku dan terlihat siswa tersebut sedang menjelaskan sesutau yang direspon dengan anggukan menandakan bahwa si pendengar memahami apa yang siswa tersebut jelaskan,tapi sepertinya bayu mengenali siswa yang sedang bersama vhini itu,dia adalah salah satu siswa teladan disekolahnya yang selalu mendapat juara umum dari kelas satu berturut – turut,tapi sejak kapan mereka kenal karna setahu bayu vhini paling anti sama orang seperti itu,namun rasa penasaran bayu tidak membuatnya menghampiri kedua anak yang sedang serius belajar itu dia menunggu waktu yang tepat untuk membahas itu dengan vhini sepulang sekolah nanti pikirnya.
“hey Vhin,,!! Tunggu gue mau ngomong sama lu.” Panggil bayu sebelum vhini melangkahkan kakinya keluar kelas dan anak – anak sekelas sepontan menoleh mendengar teriakan bayu tadi,karna gak biasanya bayu memanggil vhini dengan nada begitu.
“iya mickey kenapa?gue buru – buru,lu pulang sendiri lagi ya,bye,” tanpa memberikan kesempatan bayu untuk berbicara vhini langsung melangkah pergi dan hilang dikoridor menuju kelas IPS,sedangkan bayu hanya diam melihat ingkah vhini yang semakin menjauhinya pikirnya sementara itu teman sekelasnya masih memperhatikan bayu seolah menanti apa yang akan terjadi nanti,apakah bayu akan mengejar vhini keluar kelas seperti yang sering diceritakan dalam sinetron atau novel – novel,tapi ini bukan sinetron atau cerita dalam novel dan itu tidak terjadi saat ini pada bayu dan vhini,bayupun menyadari perhatian teman sekelasnya padanya dan dia mulai melangkah keluar meninggalkan susana kelas yang penghuninya masih bengong,tapi belum sempet bayu bener – bener keluar dari kelas seorang siswi lari menghampirinya.
“bayu tunggu..!!” teriaknya dengan nafas yang terengah karna kewalahan mengejar bayu.
“eh iya,ada apa?”
“boleh pulang bareng lu gak?” tanya siswi itu dengan malu – malu.
“tentu saja.” Katanya dengan muka masih heran dengan siswi yang berani mendekatinya itu,karna selama ini belum ada siswi yang menghampirinya kecuali jika menyangkut pelajaran,oh mungkin dia mau membahas pelajarn sekolah pikirnya. “apa kita saling kenal?maaf karna gue benar – benar gak kenal sama lu.” Katanya kemudian,namun gadis disampingnya itu hanya tersenyum ramah,gimana mau kenal gadis disekolah itu yang bayu kenalkan Cuma vhini saja,memang yang lain juga kenal namun dia gak pernah peduliin itu.
“aku Esya anak IPA 2,tapi kita pernah sekelas kok waktu kelas satu.” Jelasnya panjang lebar namun bayu hanya mengernyitkan alisnya bertanda kalo dia benar – benar tidak ingat dengan gadis itu.
“ sorry gue benar – benar lupa. “
“tak apa,gue ngerti kok.” Masih dengan nada ramahnya. Mereka berjalan beriringan melewati tiap koridor yang ada disekolah itu dan sampailah mereka ketempat parkir. Esya masih mengikuti langkah bayu menuju mobil yang biasa dia parkir.
“emm lu mau gue anter pulang?” tanyanya kemudian yang memang sadar kalo sedari tadi esya terus mengikutinya sampai tempat parkirnya,dia hanya melihat gadis itu tersenyum kearahnya menandakan kalau dia sangat senang ditawarin pulang bareng sama bayu itu sangat jelas terlihat diraut wajahnya yang sangat berseri.

(segini dulu dekh,nanti dilanjut ceritanya,,:P)

sunyi adalah aku

aku mulai membencinya Tuhan,benci yang seharusnya tak pernah aku rasakan. aku hanyalah aku seorang wanita yang berusaha mengungkap rahasia sunyi yang terus menyelimuti.
sunyi terlalu sulit untukku pahami,sedangkan kau adalah sunyi yang berwujud kesenangan.
aku tak pernah mengharapkan kau hadir lebih dari ini,aku tak pernah mengharapkan kau datang dalam hidupku bahkan merampas hatiku.
dan kau membuat aku percaya bahwa kau orang yang memang tulus menyayangku,namun sekarang apa yang aku lihat?
aku hanya seperti puing - puing ilusi dalam hidupmu,
disaat aku ingin masuk,dengan lantang kau menutup pintumu.
bahkan sebelum aku menyapamu.
namun kenapa saat aku berpaling kau berusaha memanggilku kembali,membawaku kedalam duniamu namun kau tak pernah ijinkan aku untuk bisa masuk kedalamnya.
aku Lelah,lelah dengan tingkahmu.
aku lelah,lelah dengan kebaikanmu yang kadang membuat sunyi semakin menguasaiku.
bahkan aku,siapa aku dimatamu?
siapa aku dihatimu?
Tuhaaannku,,,
pupuskan rasa ini dari hatiku,aku tak bisa terus menyayangnya.
bahkan mengingatnyapun sudah membuat aku sakit.

Minggu, 17 Maret 2013

Ridu


Rindu,,,
satu kata yang sering kau dengar.
Rindu,,,
satu kata yang sering kau rasakan.
Rindu,,,
hangatnya terasa saat pertemuan mulai datang.
Rindu,,,
kuatnya begitu terasa saat jarak menjadi penghalang pertemuan.
Rindu,,,
aku ingin menguasai rindu saat kau berada jauh dariku.
Rindu,,,
aku ingin memeluk rindu saat jarak jadi pemisah.
Rindu,,,
aku ingin seperti rindu yang hadirnya selalu dinanti.
Rindu,,,
aku ingin seperti rindu agar bisa menghangatkan hati yang sedang resah.
Rindu,,,
aku ingin seperti rindu yang selalu hadir dihatinya saat jarak menguasai.
Rindu,,,
aku cukup hanya akan menyimpan rindu didalam hatiku,
rindu untukmu yang pantas untukku rindukan.
rindu untukmu yang pantas untukku temui.
dan aku hanya ingin menjadi diriku sendiri,
agar aku bisa menyampaikan rindu saat kita bertemu diistana rindu yang kita ciptakan.
yang tercipta saat jarak menghiasi kita.
Rindu,,,
ya rinduku masih untukmu dan hanya akan jadi milikmu..

Temui Aku Setelah Rindu


Aku cukuplah akan menjadi aku
dan kau aka tetap menjadi kau
sedangkan cinta yang ada biarlah terus ada
hingga akhirnya Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk kita.

Namun aku rasa kaupun tahu
bahwa aku akan tetap disini
menunggunya dalam balutan rindu
Rindu yang sampai saat ini belum bisa aku temui.
rindu yang saat ini masih akan tetap menjadi miliknya.

saat waktu itu datang
waktu dimana kau dan rindu telah datang menjemputku.
saat kau dan rindu benar - benar mengharapku.
maka aku akan segera datang
ya,,datang untuk menemui kau dan rindu.
namun bukan saat ini
karna rinduku masih miliknya
dan tak mungkin rindu kita bertemu.

waktu


waktu,,,
satu kata yang memberi banyak arti.
waktu,,,
mampukah aku melawan waktu?
mampukah aku menandingi waktu?
mampukah aku mengalahkan waktu?
waktu,,,
sudah cukup ku bermain dengan waktu.
sudah cukup kuberdampingan dengan waktu.
saat aku tertidur pulas,
apakah waktu juga ikut tidur bersamaku?
saat aku menangis pilu.
apakah waktu juga ikut menangis pilu bersamaku?
saat aku sakit akan waktu.
apakah waktu juga ikut sakit atas diriku?
saat aku lelah akan menunggu waktu yang tak kunjung ada.
akankah waktu juga ikut lelah bersamaku?
waktu,,,
aku tak pernah meninggalkan waktu,,
namun kenapa waktu terkadang meninggalkanku?

Tanyaku?


Jika sakit adalah bahagia yang berubah warna,maka apakah bahagia itu?
Terlalu asing bagiku untuk hal yang tak pernah ingin aku tahu,terlalu sakit bagiku untuk hal yang tak pernah aku sakiti,jika hati memang untuk disakiti,kenapa harus ada bahagia yang berbuah tangis?jika tangis itu tawa yang berubah warna,kenapa harus ada tawa yang entah terbuat dari apa,sungguh semuanya membuat aku berbohong bahkan bohong pada diriku sendiri,jika hati tak sakit sungguh mata tak pernah bisa menggambarkan itu. Aku hanya bisa diam ketika ribuan kata menusuk tiap ruas pori  yang tak terlihat,bahkan luka dalam ribuan jiwa yang tak pernah hidup. Tuhan sungguh tak adil padaku,,,L
Andai langit tahu apa yang sangat aku inginkan,andai bumi bisa mendengar tiap jerit tangis yang aku teriakan,sungguh semua membuat aku seperti boneka yang tak bergerak,membuatku seperti patung bahkan batu yang tak berbentuk. Oh Tuhanku begitu pilu rasanya semua ini untukku,aku bagai buih yang mungkin tak dapat dilihat,simponi yang tak bernada,alunan irama yang terdengar sendu,separah itukah aku?
Aku terlalu mengenal sakit bahkan mungkin lebih mengenal dari pada aku mengenal diriku sendiri,lihatlah saat aku berdiri diambang pintupun bahagia tak mampu menyapaku bahkan melirikpun tidak. Sedangkan mereka nada – nada yang selalu terdengar sendu ditelingaku seolah menunjukkan bahwa bahagia itu adalah mereka,bahagia itu adalah alunan mereka,tapi kenapa begitu sendu ditelingaku?kenapa begitu pilu saat aku dengar.sebenarnya apa bahagia itu?

Diary Amanda


Diary Amanda
Bukan tentang kau atau mereka,bukan pula tentang kau dan dia tapi ini tentang hatiku,hati yang tak pernah bisa dilihat dan diraba. Tak pernah ada yang tahu siapa aku,bagaimana aku dan apa rasaku,selalu menyimpulkan sesuatu tanpa pernah tahu apa yang terjadi,hanya bisa melihat dan meraba hati mereka,merasa mereka yang palling tersakiti,tapi apa pernah mereka melihat dan meraba hatiku?pernah mereka sedikit menoleh padaku? Tak pernah berharap lebih akan hal itu,hidup seperti ini jauh lebih nyaman dari pada harus hidup penuh dengan kebohongan dan kemunafikan,dan sekarang inilah aku yang baru,dengan hati yang baru  serta kisah yang baru pula.
Mentari pagi menerobos kamarku melalui celah – celah kecil yang setia berada diatas dan tepian jendela kamarku,sejuk sekali namun mata enggan untuk terbuka masih ingin terlelap tidur bersama mimpi yang telah lama aku genggam. Tapi mentari seakan memaksaku untuk terbangun,menyapa pagi yang basah oleh embun yang selalu setia menebar kesejukan setiap pagi,membuat mawar – mawarku selalu tersenyum. Aku sangat menyukai saat mentari be4rsinar kearahku saat pagi,membuatku berpikir bahwa hari akan menyenangkan saat ini.
Aku selalu punya kisah untukku sendiri saat pagi dan menjelang tidur,ku rangkum dan rangkai dalam sebuah buku kecil yang ku sebut diary,buku kecil bersampul merah jambu dan cover yang bergambarkan tokoh kartun kesayanganku. Setiap waktu luang pasti ku pergunakan untuk memenuhi tiap halamannya dengan cerita – ceritaku,yang diawali pagi dan diakhiri ketika aku hendak tidur.
Pagi yang cerah mengawali hari pertama Amanda disekolah barunya,ini hari kedua dia sekolah disekolah barunya,dia adalah siswa pindahan dari bandung karna pekerjaan orang tuanya yang selalu berpindah – pindah membuat Amandapun ikut berpindah sekolah,tahun ini saja udah 3 kali pindah.
“ Amanda,,,,,,” teriak mamah yang sedari tadi sudah menunggunya,mamah hanyalah ibu rumah tangga biasa padahal beliau adalah lulusan university di london,tapi kata ayah selama dia masih mampu bekerja mamah tidak di ijinkan bekerja.
“ iya mah,bentar lagi,,” amandapun langsung melangkahkan kakinya menuju meja makan untuk sarapan bersama. Setibanya di meja makan seperti biasa dia langsung menyapa dan mencium pipi kanan kiri mamah dan ayahnya,kemudian duduk untuk memulai sarapannya yang sudah telat 5 menit itu,dia adalah anak tunggal tapi dia tak pernah kesepian karna ada mamahnya yang juga jadi sahabatnya.
“ bagaimana sekolahmu,,?” tanya ayah,ya begitulah ayah dia selalu mengontrol sekolah manda meski sibuk dengan pekerjaannya,meski sering berpindah sekolah tapi prestasi disekolahnya tidak membuatnya kendor.
“seperti biasa yah,istimewa,,,” jawab manda sambil tertawa,sarapan sudah usai saatnya manda berangkat sekolah ya diantar ayahnya tentunya. Amanda adalah anak satu – satunya tidak punya kakak ataupun adik,maka dari itu mama dan ayahnya ingin yang terbaik untuk putri semata wayang mereka. Disekolah meskipun sebagai siswi baru tapi tak membuat amanda sullit mendapatkan teman karna dia anak yang sangat ceria dan mudah bergaul,maka dari itu teman – temannya sangat senang berteman dengannya ya meski ada juga yang tidak suka.
Pagi ini indah seperti biasa,dan seperti biasa pula disekolah jika waktu istirahat aku menyempatkan untuk bermain kata dibuku kecilku. “pagi ini aku tidak bisa mellihat sosoknya,entah kenapa sejak pertama melihatnya membuat kangguru dihatiku meloncat – loncat kencang,hmmm mungkin aku jatuh cinta tanpa sadar. Tapi aku tak bisa meneruskan perasaan ini diary kau tahu itukan? Aku tak ingin menyesal nantinya,bukannya tak ingin disayang oleh orang yang sangat kita sayang hanya saja keadaan yang tak menginjinkan untuk itu.” Itulah isi diary amanda siang ini. Sekolah telah usai,seperti biasa pula mama tercinta sudah menjemputnya di gerbang sekolah,entah kenapa orang tuanya sangat memperhatikan amanda,terkadang dia ingin seperti yanng lain sepulang sekolah bisa bermain atau sekedar nongkrong di mall,hmm sudah bisa kelua rumah saja sudah sukur pikirnya,jadi dia hanya bisa mengikuti perintah orang tuanya. Suatu hari saat sekolah usai untuk pertama kalinya amanda berbohong pada mamanya,dia mengaku ada jam tambahan disekolah dan pulang sore padahal dia ingin sesekali keluar bersama teman – temannya,terlalu asik main amanda lupa akan tanggung jawabnya bahkan lupa kalau waktu sudah menunjukan pukul 5 sore,tubuh manda sudah terlalu lelah untuk hari ini,pandangannya mulai kabur,keseimbangan tubuhnya mulai tidak stabil,teman – teman yang melihatnya kebingungan harus berbuat apa dan seketika amanda jatuh terkapar kelantai mall dengan kondisi yang sangat pucat.
“manda,,,lu kenapa?” teriak salah satu temannya,karna bingung harus berbuat apa mereka memutuskan membawa amanda kerumah sakit terdekat,setibanya disana amanda langsung dirawat oleh dokter disana tidak lupa merekapun menghubungi orang tua amanda. Mama amanda shock mendengar kabar ini tapi sejak awal dia sudah menduga akan terjadi,sekarang amanda terbujur lemah ditempat tidur rumah sakit entah apa yang sudah dia lakukan sampai seperti ini,mama amanda menceritakan tentang kondisi amanda yang memang sedang sakit.
“ Tuhan,,,jika waktunya sudah tiba aku rela jika Kau mau mengambilku kembali,aku lelah terus – terusan hidup seperti ini,melihat mama yang terus – terusan menghawatirkanku setiap waktu bahkan tak peduli dengan kesehatannya,aku tak bisa melihat orang – orang disekelilingku terus – terusan bersedih,aku tahu rasa sakit ini tak akan sembuh,semua alat ini hanya menyakitiku,jarum kecil,selang udara,aku sudah seperti orang cacat Tuhan. Jika Kau mengambilku aku mohon jaga kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah menjagaku hinggan aku bisa bertahan sampai sekarang.”
Sejak kejadian itu amanda tidak di ijinkan untuk sekolah lagi,bukan berarti dia berhenti belajar hanya saja dia melakukan home schooling,semua itu dilakukan untuk kesehatan dan kesembuhan manda,tapi bosan melanda amanda setiap saat karna sekarang dia sulit untuk menggerakkan kedua kakinya,entah nanti apa lagi yang akan terjadi.
 “ disini aku meratap,disudut kamar yang mulai terlihat usang dan mungkin lama – lama akan rapuh seperti aku yang saat ini tinggal menunggu ajal menjemputku,tangispun sudah tak berguna bagiku tak membuat akku hidup lebih lama,rasa sakit ini sudah mendarah daging ditubuhku,tak bisa kku tolak atau ku buang jauh dari hidupku. Bahkan semakin hari tubuhku terasa mulai memburuk,sedikit – sedikit tangankupun tak dapat aku rasakan,tapi aku harus tetap terlihat kuat aku tak ingin melihat mama dan ayah semakin sakit melihatku yang seperti ini.,hidup tapi aku merasa mati,mati rasa bahkan jiwa yang jauh lama telah mati,tinggal menunggu hilang untuk jiwaku yang mulai punah.”
Langit malam ini terlihat terang,penghiasnyapun ikut menari diatas sana. Aku harap langit dapat memberikan sedikit sinarnya untuk hidupku yang mulai kehilangan arah.
“kata – kata yang sangat menyayat,,” tutur belinda yang tengah asik membaca sebuah buku diary. Belinda adalah sepupu amanda yang baru saja datang dari amrik,ya memang dia dan keluarganya tinggal di sana,dia disini hanya untuk ikut berkabung atas meninggalnya Amanda seminggu yang lalu.
“apakah diary kak manda boleh aku bawa tante,,?” tutur belinda.
“tentu saja,bawalah,,”
Seminggu sudah amanda pergi yang tentu saja menyiratkan begitu banyak duku kepada orang – orang yang sangat menyayanginya.
SELESAI

By     : Deas Alexandra

rasakan hadirku


Rasakan Hadirku

Ku tumpahkan kembali kata demi kata menjadi rangkaian indah sebuah kalimat.
Teringat sosok wajah yang tak asing bagiku,senyumnya yang khas membuat hati bergetar.
Begitu tulus ku lihat,namun hati menyimpan berjuta keraguan dibalik ketulusan yang aku lihat,tak pernah terpikir semudah ini aku untuk jatuh cinta,tak pernah terpikir kau hadir disaat yang tak terduga.
Tahukah kau?
Bahwa bulan terlihat sangat besar dan indah saat ini,waktu berjalan begitu lambat ku rasa,dan getaran yang terjadi getaran dihati,jantung berdegup tak menentu.
Oh Tuhan kenapa kau hadirkan cinta dihatiku,kenapa kau tuangkan madu disaat empedu menyelimutiku,kenapa kau hembuskan angin disaat panas merasuk sekujur tubuhku.
Takut ku rasa,takut akan kehilangan rasa yang saat ini sedang memanjakanku,takut akan habisnya madu yang saat ini menyingkirkan pahitnya empedu,takut hilangnya kesejukkan yang saat ini mengambil panasku. Andai aku bisa meminta,aku ingin semua rasa ini selalu hadir untukku,tapi aku sadar satu hal akan hukuman yang sewaktu – waktu akan membunuhku,hukuman yang akan membuatku kehilangan segalanya,kehilangan kau dan dia.
Egois mungkin itu yang pantas uuntukku saat ini,aku sadar itu. Ke egoisan yang semakin menguasaiku,aku lelah Tuhan,lelah dengan semua ini,jika harus hilang maka aku yang akan hilang,jika harus sakit maka aku yang akan sakit,biar semua mengalir,mengalir seperti air yang begitu deras,jika saatnya tiba maka aku akan hilang,bukan kau atau dia yang akan memilikku tapi hati,keegoisan dan kematian serta Tuhan yang akan memilikiku aku pasrah untuk itu.dan kau tetaplah berada disini,dihatiku hingga aku lelah dan jenuh akan semua rasa yang aku tahan,cukup aku dan Tuhan yang tahu akan hal itu. Tak perlu ku tunjukkan seberaba besar rasa sayangku terhadapmu,yang jelas disini dihatiku tersimpan begitu banyak cinta untukmu meski tak pernah ku tunjukkan.